Hikmah yang bisa gue petik dan syukuri di tahun 2020

Siapapun -bahkan seluruh penduduk dunia- pasti satu frekuensi bahwa 2020 silam merupakan tahunnya pandemi.

Covid-19

Begitulah dunia menamainya, yang merupakan akronim dari Corona Virus Desease 2019. Meski ditemukan tahun 2019, kehadirannya di tanah airku ini mulai terasa di tahun 2020 tepatnya pertengahan Maret.

Fakta bahwa bahwa virus ini begitu berbahaya sampai-sampai menelan banyak korban jiwa, tetap saja tidak mampu membuat bangsa ini bersatu. Berbagai spekulasi, propaganda, sampai konspirasi bermunculan, yang rata-rata dari mereka yang bukan ahlinya.

Tapi... apapun itu.

Gue enggak peduli. Gue punya pemimpin, dan gue wajib taat semampu yang gue bisa.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menekan penularan melalui kampanye 3M.

  • Mencuci Tangan
  • Memakai Masker
  • Menjaga Jarak

 PSBB, dari yang total, transisi, new normal, sampai akhirnya di awal 2021 ini kembali lagi total walaupun tak se-ketat dulu karena terjadi ledakan jumlah kasus setelah momen natal dan tahun baru.

Selamat datang 2021

Pahlawan itu bernama 'digital'

Selama pandemi bergulir, kehilangan merupakan hal yang tak terhindarkan oleh siapapun. Kehilangan momentum kumpul keluarga di kampung, kehilangan pekerjaan, kehilangan omset, bahkan kehilangan keluarga.

Tapi hikmahnya, dari kehilangan tersebut akhirnya banyak yang belajar dan tersadar. Solusi yang mungkin adalah satu-satunya opsi, ialah Digital.

Digital selalu identik dengan online maupun internet. Maka sudah jelas internet provider punya peran penting disini

Apa saja yang telah ter-digitalisasi ?

Kegiatan belajar dan mengajar yang awalnya tatap muka di sekolah kini bisa dilakukan dari tempat terpisah melalui teknologi online conference. Hal ini berada jauh di luar dugaan banyak orang sebelumnya, khuusnya orang tua.

Bekerja, yang lazimnya dilakukan di kantor, kini bisa dilakukan dari rumah, dan bukan lagi sesuatu yang tabu karena jauh sebelum pandemi, beberapa profesi bisa dilakukan di rumah tergantung perusahaannya.

Belanja, yang pastinya akan lebih enak kalau datang langsung ke lokasi, karena adanya pembatasan ketat, online shop mau tak mau menjadi opsi yang harus dipilih. Maka sudah jelas startup marketplace maupun e-commerce menjadi sangat sibuk oleh pengguna baru yang masif.

Bisnis, dengan segala persoalan yang terdampak satu sumber yaitu corona, tentunya berbagai pelaku atau pemilik usaha hijrah caranya berbisnis, caranya promosi, caranya berjualan dengan menerapkan digital marketing.

Hikmahnya ?

Dari kenyataan yang gue saksikan dan amati sendiri, pola digital yang banyak diterapin hampir segala aspek membawa gue pada satu kesimpulan bahwa sektor teknologi, internet, dan digital punya prospek cerah.

Dan tentu saja dengan berbagai hal mulai men-digitalkan berbagai aspek, pekerjaan digitalpun menjadi jenis pekerjaan yang bakal dibutuhkan. 

So, buat lo yang mungkin saja saat ini masih kesulitan mendapat penghasilan, cobain deh pelajarin skill digital atau pilih tujuan berkarir di industri digital.

Juga buat lo yang bisnisnya terdampak, juga bisa belajar atau kolaborasi dengan orang yang bisa digital.

Dan gue bersyukur

Sampai saat ini gue, dan keluarga masih diberi kesempata untuk melanjutkan hidup. Diberi kesempatan untuk bisa belajar lebih baik lagi melalui apa yang sudah Allah ajarkan melalui pandemi ini.

Akhirnya gue sadar

Bahwa kesehatan merupakan aset yang paling utama, terlepas dari kenyataan kapanpun maut pasti akan datang tak peduli kita masih muda atau sudah tua.

Pentingnya menyisihkan penghasilan bukan sekedar simpanan juga untuk diputar. Itulah kenapa gue mencoba berinvestasi dengan membangun aset digital.

Belajar dan bersilaturahmi adalah dua hal yang ga boleh putus.


Juna Junarto Narablog yang masih menekuni profesi digital di sebuah perusahaan teknologi internet.

0 Response to "Hikmah yang bisa gue petik dan syukuri di tahun 2020"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel